Wajah kota bandung sekarang???

Tak salah dahulu kota bandung dijuluki dengan paris van java (parisnya orang jawa) tetapi belakangan julukan tersebut memudar dengan timbulnya berbagai problematika kota bandung yang berkesan berlarut-larut dalam hal penyelesaian masalahnya. Seharusnya PEMKOT bandung harus lebih peka terhadap keinginan masyarakat untuk mendapatkan segala sesuatunya dengan layak tanpa adanya perbedaan kelas dalam memperjuangkan suatu kebijakan. Selain itu pula masalah yang sedang dirasakan oleh masyarakat adalah banyaknya jalan-jalan di kota bandung yang berlubang besar dan dalam serta trotoat untuk sarana para pejalan kaki rusak, berlubang dan tidak terawat. Dalam penambalan jalan pun dilakukan dengan setengah hati itu pun hanya  beberapa persen dari luasnya jalan kota bandung yang rusak. Padahal menurut Gubernur Jabar, Bapak Heryawan Jabar mengalami surplus keuangan lebih dari 3 triliun pada penghitungan keuangan akhir tahun kemarin. Apakah dari sekian banyaknya surplus tersebut tidak bisakah disumbangkan untuk sarana dan prasarana umum yang dalam hal ini jalan raya dan trotoar. Jalan raya dan trotoar adalah akses lalu lalang masyarakat kota bandung, pengalaman tak nyaman dirasakan oleh penulis ketika berjalan kaki ditrotoar pusat kota bandung trotoar berlubang dan tak terurus sama sekali kemudian disamping trotoar tersebut (jalan raya) terdapat banyak bolongan besar dan dalam yang tentunya dapat membahayakan para pengendara roda dua. Apakah harus menunggu jatuh korban dahulu baru dilakukan perbaikan???Sungguh sangat disayangkan untuk sebuah ibukota provinsi memiliki trotoar dan jalan raya yang penuh lubang. Penulis berharap pada 2011 ini adanya tanggapan serius oleh dari pihak PEMKOT bandung dalam menanggapi keluhan dari masyarakat ini. Menurut hemat penulis kota bandung dapat meniru kota depok dalam perbaikan jalan. Dikota depok beberapa ruas jalan raya sudah diganti menggantikan betonan (bukan lagi aspal) dengan demikian umur dan ketahanan jalan tersebut relatif lebih lama dibanding aspal. Dengan diterapkannya hal tersebut PEMKOT bandung dapat menghemat biaya perbaikan jalan untuk beberapa tahun kedepan. Mari kita bangun bersama kota bandung menjadi kota yang lebih indah dipandang dan lebih nyaman dilalui masyarakat yang tentunya PEMKOT bandung tidak berpangku tangan dalam menanggapi keluhan ini. Semakin banyak keluhan yang tak terselesaikan maka makin banyak pula keluhan-keluhan lain bermunculan. Janganlah melakukan/mengeluarkan suatu tindakan/kebijakan yang berkesan hanya demi kepentingan segelintir orang saja, sebagai contoh pengecetan warna biru pada pinggir jalan dengan tujuan untuk jalur sepeda yang menghabiskan dana sekitar 2,3 miliar dan tindakan/kebijakan tersebut tidak terbukti efektif dan mubazir karena hanya dijadikan ajang para pedagang kaki lima yang menjajakan barang dagangannya. Untuk PEMKOT bandung berpikir luas karena usia kota bandung itu tidak muda lagi, usia kota bandung sudah menginjak 200 tahun pada 2010 kemarin. Berpikiranlah untuk kepentingan masyarakat luas dan janganlah hanya mementingkan kebutuhan segelintir orang saja. Masyarakat patut diutamakan dalam hal ini.

By Syarif Hidayat Adipura (Mahasiswa S1 Fakultas Hukum UNPAD)

2 responses to “Wajah kota bandung sekarang???

  1. WAh,,bner bget. Di kota saya pun (Palembang) byak bget fasilitas yg bikin jengkel…
    SEmoga dari pemerintah masalah yg seperti ini segera diperbaiki, terutama dinas PU nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s