Hak Pejalan Kaki Yang Sama Sekali Tidak Di Hiraukkan Oleh Pemilik Kendaraan Roda Dua, Empat Ataupun Lebih

Dalam kesempatan ini penulis yang merupakan warga kota bandung ingin berbagi cerita tentang hobi penulis yang sering berjalan kaki menempuh perjalanan lebih dari 3 KM (menuju kampus, dan tempat-tempat lainnya) meskipun dalam hal ini penulis memiliki kendaraan roda dua untuk sarana transportasi sehari-hari. Mengapa penulis lebih memilih berjalan kaki dibandingkan menggunakan kendaraan roda hal ini dikarenakan penulis ingin lebih hidup sehat dengan berjalan kaki, mengurangi sedikit polusi asap kendaraan dan juga ingin mendukung program pemerintah dalam menghemat BBM. Pengalaman pribadi penulis  setiap melakukan aktivitas dengan berjalan kaki pasti saja hak pejalan kaki tidak dihiraukan oleh pemilik kendaraan bermotor. Sebagai contoh ketika penulis ingin menyebrang pada Zebra Cross didepan gedung sate kota bandung arus kendaraan yang begitu jarang yang memberhentikan dengan sepenuh hati memberhentikan kendaraannya untuk mempersilahkan pejalan kaki menyebrang jalan, yang ada dalam kejadian tersebut penulis harus menerebos kepadatan arus kendaraan. Yang terkadang tubuh penulis hampir saja keserempet kendaraan yang  dikarenakan keegoisan para pemilik kendaraan yang tidak ingin memberikan jalan untuk pejalan kaki. Kejadian ini sungguh sangat berbanding terbalik dengan kebijakan pemerintah yang dalam hal adalah undang-undang, yang mana pejalan kaki lebih diutamakan keselamatannya dibandingkan para pemilik kendaraan.

Pemerintah dalam hal ini membuat suatu kebijakan demi menjaga keselamatan para pejalan kaki tetapi pada kenyataan dilapangan hal tersebut nihil didapat oleh para pejalan kaki seperti penulis ini. Harusnya pemerintah berterima kasih terhadap para pejalan kaki, dengan orang-orang seperti merekalah tingkat kemacetan dan polusi kendaraan dapat dikurangi serta dapat menghemat biaya subsidi dan konsumsi BBM masyarakat.  Dinegara-negara maju kita ambil contoh negara jepang, di jepang hak pejalan kaki sangat dihargai oleh pemilik kendaraan maupun pemerintah. pemerintah jepang menyediakan sarana dan prasarana untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pejalan kaki hal ini sangat sulit ditemukan dan dirasakan di indonesia bahkan di indonesia tak jarang para pejalan kakilah yang menjadi korban keegoisan para pemilik kendaraan.

Semoga dengan penulis membuat artikel ini dapat membuka mata dan hati  para pemilik kendaraan untuk dapat menghargai dan menghormati hak pejalan kaki, janganlah memaksakan rasa egoisme masing-masing. Kita ini hidup bermasyarakat (makhluk sosial) bukan individual, jadi kita masih membutuhkan satu dengan lainnya. Mari kita hidup saling menghargai dan menghormati hak-hak yang ada dalam masyarakat yang dalam hal ini adalah hak para pejalan kaki.

 

 

 

 

 

 

 

By Syarif Hidayat Adipura (Mahasiswa S1 Fakultas Hukum UNPAD Bandung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s