Wajah Indonesia Saat Ini

Gayus The Corruptor

Rancangan Gedung baru DPR yang menghabiskan dana 1,2 triliun lebih (saat ini dalam tahap finalisasi)

Pada kesempatan ini penulis ingin berpendapat tentang problematika bangsa indonesia yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan baik media elektronik maupun media massa lainnya. Ada dua topik yang ingin penulis soroti pada kesempatan ini, topik yang pertama adalah mengenai pembangunan gedung baru untuk anggota DPR yang menghabiskan uang negara sebesar 1,2 triliun lebih dan topik yang kedua yaitu keputusan hakim yang sangat meringankan hukuman “gayus the corruptor” yang seakan-akan si koruptor tersebut dianggap sebagai pahlawan negara ini. Para anggota DPR seharus peka terhadap kondisi perekonomian indonesia saat ini yang dapat dibilang sedang tidak stabil diberbagai sektor belum lagi ditambah angka kemiskinan indonesia yang bertambah setiap tahunnya. Wakil rakyat seharusnya mengerti apa yang diinginkan rakyat yang sedang menderita saat, tidak mementingkan rasa egoisme masing-masing orang. salah satu bukti kongkrit tindakan egoisme para anggota DPR tercemin pada tindakan mereka dengan menghabiskan dana 1,2 triliun lebih untuk membangun gedung baru 27 lantai padahal gedung yang saat ini mereka tempati masih layak untuk ditempati dan desain gedung DPR yang mereka tempati adalah didesain khusus oleh desainer dari luar negeri dan bangun tersebut tahan gempa. Dana sebesar itu jika digunakan dengan bijak oleh para anggota DPR dapat bermanfaat untuk kesejahteraan rakyat indonesia, dana tersebut dapat membantu meningkat taraf hidup rakyat indonesia ke arah yang lebih baik. Perbaikan kesejahteraan tersebut setidaknya memberikan sedikit angin segar untuk kelangsungan hidup rakyat indonesia kedepannya. Penulis memperkirakan bahwa dana sebesar itu pasti ada unsur-unsur pidana korupsi dalam mengelola dana tersebut menjadi sebuah gedung 27 lantai yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab dengan demikian makin banyak saja kasus korupsi yang terkait dengan uang negara dan para pelakunya pasti tidak jauh dari pejabat teras negara ini. Menurut hemat penulis seharus para naggota DPR lebih mementingkan rakyatnya yang sedang menderita dibandingkan mementing rasa egoisme mereka, karena mereka dibayar oleh uang rakyat dan rakyatlah yang seharusnya menjadi raja mereka bukannya menjadi pembatu mereka. Mereka mendapatkan posisi dalam negara karena rakyat juga, oleh karena itu sepatutnya rakyat dibahagiakan bukannya malah memberikan tambahan derita hidup.

Menurut penulis dalam segi penerapan hukum indonesia dewasa ini sangat jauh dari yang diharapkan salah satu contoh kongkritnya terlihat pada kasus vonis hakim pada sidang “gayus the corruptor” yang pada hakim sangatlah meringankan hukuman gayus. Sudah tahu gayus adalah seorang koruptor yang sangat merugikan negara tetapi mengapa para hakim menganggap enteng permasalahan ini. Apakah para perangkat hukum dinegeri ini sudah tunduk dan patuh pada seorang gayus dan teman-teman koruptor lainnya…???sungguh sangat ironis sekali jika terjadi demikian. Hukum bersifat memaksa dan mengikat semua orang artinya semua orang harus tunduk dan patuh pada hukum yang berlaku bukannya malah mengatur suatu hukum. Jangan sampai kebobrokan hukum di indonesia terus meluas menjadi suatu lubang hitam bagi bangsa dan negara ini karena hal tersebut sangatlah mencoreng wajah indonesia dimata internasional dan dapat menghancurkan negera dan bangsa ini secara perlahan namun pasti. Harapan penulis semoga hal tersebut tidak terjadi. Penulis mengajak kepada para pembaca untuk saling bahu-membahu dalam memberantas tindak pidana korupsi yang ada di indonesia, dan turut serta dalam mengkritisi kebijakan para pejabat teras negara ini yang tidak sejalan dengan hati nurani kita. Hal tersebut bertujuan untuk kebaikan kehidupan berbangsa dan bernegara yang kita jalani sekarang ini. Semoga semakin tua umur Indonesia semakin sadar pula tindakan yang dilakukan para wakil rakyatnya. Penulis sangat berharap hal demikian dapat terwujud di negara ini.

By Syarif Hidayat Adipura (Mahasiswa S1 Fakultas Hukum UNPAD Bandung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s