Carut Marut Persepakbolaan Indonesia

 

Pada Kesempatan ini penulis ingin mengomentari tentang carut marut persepakbolaan indonesia yang belakangan ini sering terjadi kisruh. Apa penyebabnya…???Hmmm…pasti teman-teman sudah dapat menebaknya.Ya, benar akar permasalahan carut marut persepakbolaan indonesia tidak lain adalah Nurdin Khalid (Ketua PSSI). Menurut penulis Nurdin Khalid telah gagal membawa PSSI ke arah perubahan yang positif, beliau seakan membawa PSSI kedalam jurang hitam persepakbolaan indonesia dan berkesan menelantarkan persepakbolaan indonesia. Selain itu pula dewasa ini PSSI menjadi sarana politik salah satu parpol besar, yang tentunya pimpinan tertinggi parpol tersebut telah mengucurkan dana miliaran rupiah untuk kas PSSI, sungguh ironis sekali tindakan tersebut.  Banyak orang-orang yang menginginkan revolusi ditubuh PSSI tetapi pada kenyataan Nurdin Khalid tidak mendengarkan aspirasi dari orang-orang efeknya adalah TIMNAS Indonesia tidak dapat mendapatkan prestasi yang menggembirakan. Dalam peraturan FIFA dan PSSI sudah jelas dikatakan bahwa seorang yang pernah dipidana tidak boleh menjadi ketua PSSI, Nurdin Khalid pada saat awal-awal dia menjabat sebagai ketua PSSI pernah diultimatum  agar Nurdin Khalid turun dari posisinya oleh FIFA karena dia pernah dipidana (masuk hotel prodeo) dikarenakan sebagai terpidana kasus BULOG. Tetapi ultimatum dari FIFA tersebut tidak digubris oleh Nurdin Khalid dan Antek-anteknya.

Dampak dari kehadiran Nurdin Khalid juga dirasakan oleh Klub-Klub di LSI, 3 klub LSI (PSM Makasar, PERSIBO Bojonegoro dan PERSEMA Malang) hengkang dari LSI menuju LPI. Terbentuknya LPI juga atas dasar ketidakpuasan para pemain dan official sepakbola dengan PSSI. Sungguh sangat ironis sekali persatuan sepakbola kita dihancurkan oleh Nurdin The Corruptor and Friends…

Apakah kita hanya diam saja melihat Nurdin The Corruptor and Friends berjaya kembali…???Jika jawabannya “YA” berarti kita masih ingin persepakbolaan indonesia berada pada jurang kegelapan, yang tidak akan menorehkan suatu prestasi yang dapat dibanggakan oleh publik. Saat ini tindakan yang tepat adalah melakukan revolusi dalam tubuh PSSI menjadi suatu persatuan sepakbola nasional yang profesional yang bersih dari unsur KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme). Kita ambil contoh kecil saja negara Afrika selatan mampu dan sukses melaksanakan event piala dunia 2010 padahal pendapatan perkapita negara Afrika selatan jauh dibawah negara kita. Apakah Indonesia tidak ingin meniru kesuksesan negara Afrika selatan…???Jawabannya ada ditangan masing-masing.

Mari kita lakukan suatu perubahan dalam tubuh PSSI agar menjadi lebih baik lagi. Dan tak lupa kita harus membersihkan para koruptor-koruptor yang melekat pada tubuh PSSI agar menjadi sehat kembali. Dengan sehatnya PSSI maka prestasi persepakbolaan indonesia secara otomatis akan berkembang pesat jauh berbeda seperti keadaan saat ini.

Semoga seluruh elemen masyarakat dapat saling bahu-membahu dalam menyehatkan kembali tubuh PSSI….

“Say No To Nurdin The Corruptor And Friends…”

(By Syarif Hidayat Adipura Mahasiswa Fakultas Hukum UNPAD Bandung)

2 responses to “Carut Marut Persepakbolaan Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s